2015-04-12

Injil Kerajaan

Preacher:
Passage: Matius 24:14

Injil adalah berita kesukaan yang memberi kelepasan atas dosa dan keselamatan serta hidup kekal dan di dalamnya ada kuasa untuk memerintah (kerajaan). Rasul Paulus, yang menulis 14 kitab dalam Perjanjian Baru, dalam suratnya kepada jemaat di kota Roma menjelaskan dengan lengkap mengenai dimensi Injil (Roma 1:16-17).

  • Permulaan: Kuasa Allah
  • Tujuan: Mendatangkan selamat
  • Luas: Kepada setiap orang
  • Syarat: Percaya
  • Inspirasi: Kebenaran Allah dinyatakan
  • Progresi: Dari iman kepada iman
  • Dasar: Alkitab (seperti yang tertulis)
  • Garansi: Orang benar akan hidup oleh iman

Injil inilah yang kemudian membawa kita untuk memerintah hidup kita agar selalu berpadanan dengan Injil Kristus.

Injil itu dari Allah

Kabar kesukaan, berita gembira di mana Allah bukan hanya membawa selamat tetapi juga rahmat dan berkat bagi manusia yang mau bertobat dari dosa, mendekat dna kemudian melekat dengan Tuhan.

Ketika Yesus diliputi Roh Allah dalam mengajar di Bait Allah di daerah Nazaret, ia menyampaikan kabar kesukaan (Injil) kepada mereka: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas 4:18-19).

Inil membebaskan kita dari tawanan dosa, filsafat dunia yang menyesatkan, penyakit, kemiskinan, beban hidup, sehingga mata kita dapat melihat berkat dan rahmat Tuhan yang akan dilimpahkan.

Rasul Paulus pernah menegaskan bahwa Injil yang diberitakannya bukanlah dari manusia, tetapi dari Allah sendiri yang diajarkan sendiri oleh Yesus, diterima oleh penyataan Yesus Kristus (Galatia 1:11-12)

Injil harus jadi milik kita pribadi

Karena kita sudah menerima keselamatan lewat pengorbanan Yesus yang telah membeli kita dengan tunai dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, maka hidup kita juga harus sesuai dengan tuntutan Injil, agar pengorbanan Yesus tidak sia-sia. Kepada jemaat di Filipi, rasul Paulus berpesan: "Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil" (Filipi 1:27)

Karena itu setiap pribadi harus mempunyai pengalaman yang nyata dalam Injil sehingga injil yang ada pada kita mempunyai kuasa yang dahsyat, sebagaimana disampaikan oleh Paulus: "Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus." (Roma 2:16). Dalam salinan King James, ayat ini berbunyi: "In the day when God shall judge the secrets of men by Jesus Christ according to my gospel."

Injil yang diberitakan oleh rasul Paulus bukan hanya dari pengetahuan yang dia miliki, atau pendapat orang lain tetapi adalah pengalaman langsung yang dialaminya dari Allah, sebagaimana diungkapkannya: "Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan" (Roma 15:18)

Injil menjadikan kita untuk beroleh kerajaan (memerintah)

Oleh kebangkitan Yesus yang telah mengalahkan maut dan membawa darahNya untuk penebusan kita, menjadikan kita manusia baru, the man of God, yang beroleh kuasa untuk beroleh kerajaan. Dari semula, Allah telah merancang kita untuk mengusahai dan menguasai bumi. Namun akibat dosa kemuliaan itu lenyap dan dipulihkan kembali lewat korban Yesus di kayu salib. Yesus juga memberikan kuasa kepada kita untuk memerintah. Apkah yang kita perintah?

  1. Memerintah hidup dan diri kita
    Oleh kematian dan kebangkitan Yesus kita berkuasa, sama seperti oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa (Roma 5:17). Kita juga harus dapat memerintahkan diri untuk dapat hidup tertib dan mengekang diri (2 Timotius 1:7)
  2. Memerintah atas dosa
    Dosa sering mengintai di depan pintu hati kita dan senantiasa menggoda, karena itu kita harus berkuasa atasnya (Kejadian 4:7)
  3. Memerintah atas kuasa iblis
    Orang percaya diberi kuasa untuk memerintahkan dan mengusir setan (1 Petrus 5:8; Markus 16:17)
  4. Memerintah atas keadaan
    Kadangkala hidup diliputi suasana yang tidak nyaman, pikiran buruk, stress, depresi. Kuasa Tuhan yang ada pada kita sanggup melepaskan semua itu (Mazmur 34:20).

Bagaimana kita memerintah?

Untuk memerintah kita harus punya "kuasa", namun bukan seperti pemerintahan dunia. Kita perlu firman Allah yang membuahkan iman sehingga kita mampu memerintahkan gunung-gunung penyakit, penderitaan, dsb. (Matius 17:20). Untuk dapat mencapainya kita harus penuh percaya (yakin) seolah-olah sudah menerimanya (Markus 11:24), sebagaimana disampaikan oleh rasul Yohanes: "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:4)

Topics: