Dari Yerusalem ke Yerikho (2)

2015-09-06

Bible Text: Lukas 10:30-37 |

Series:

Yerusalem adalah puncak sukacita bagi orang Israel, umat Tuhan. Mereka paling sedikit tiga kali setahun naik ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun. Mereka juga mengingat nyanyian Sion yang riang gembira ketika mereka sedang dalam masa tawanan di negeri Babel. Namun tak dapat dipungkiri hal yang menyebabkan orang bosan dengan Yerusalem dan mulai menurun rohaninya dengan turun ke Yerikho hingga dirampok habis-habisan. Yesus, orang “Samaria” yang baik hati mau membebat luka itu.

Mengapa bisa meninggalkan Yerusalem?

Yerusalem dengan segala kegiatan ibadahnya sebenarnya harus menjadi kegirangan, sukacita bagi umat Tuhan karena dari sanalah Tuhan memerintahkan berkat dan perlindungan. Bangsa Israel walau negara kecil namun punya pengaruh besar karena begitu mencintai ibadah. Mereka menyisihkan hampir 30% dari seluruh pendapatannya untuk beribadah tiga kali dalam setahun ke Yerusalem.
Namun tidak heran, banyak orang menganggap beribadah membuang waktu, uang dan tenaga. Apalagi di akhir zaman ini kemajuan teknologi dapat membuat manusia terlena, meninabobokan rohani kita.
Bill Gates yang terkenal dengan perusahaan Microsoft-nya bahkan pernah menyebut: “Beribadah di hari minggu hanya membuang waktu, saya dapat mengerjakan pekerjaan yang lebih berguna pada hari Minggu pagi.”
Namun pengaruh teknologi, rayuan teman seharusnya bisa diatasi bagi orang yang mengasihi dan menomorsatukan Tuhan. Sebab sesungguhnya kita hidup hanya oleh kasih karunia Tuhan. Kepada jemaat di kota Roma, Paulus menyebutkan “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” ( Roma 8 : 35 ).

Hati menipu diri sendiri

Sering tanpa kita sadari hati kita sendirilah yang membuat kasih kita kepada Allah berkurang, sehingga kita makin jauh dari Tuhan. Nabi Yeremia menyebutkan, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17 : 9 )

Di kota Korintus, di mana banyak jemaat yang berpengaruh dan terkenal pintar, ditegor rasul Paulus karena bersifat kekanak-kanakan, karena suka berselisih. Ada yang menyebut dirinya golongan Paulus, Apolos, Kefas, bahkan yang lebih keren: golongan Kristus ( 1 Korintus 1 : 12 ).

Rasul Paulus juga menegor sikap mereka yang suka memegahkan diri dan menganggap diri sendiri lebih penting, sehingga ia berkata: “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (1 Korintus 4: 7).
Panglima Naaman pernah tertipu oleh hatinya sendiri ketika ia ingin sembuh dari kustanya. Ia berpikir akan disembuhkan oleh abdi Allah, nabi Elisa dengan cara terhormat. Ia kecewa dan gusar hatinya sehingga berkata: : “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!” ( 2 Raja-raja 5 : 11 ).

Untung panglima besar ini mau menerima masukan pegawainya, sehingga ia tahir dari kustanya dan kulitnya mulus seperti bayi baru lahir.

Akibat meninggalkan Yerusalem

Perjalanan dari Yerusalem ke Yerikho menurun tajam, terjal karena perbedaan ketinggian yang signifikan (Yerusalem sekiitar 765 meter di atas permukaan laut, sedang Yerikho adalah dataran terendah di dunia, 403 meter di bawah permukaan laut. Tempat ini juga rawan dengan kawanan perampok yang siap mengiintai. Demikian juga secara rohani, bila hati kita jauh dari Tuhan, meninggalkan ibadah maka kita bisa jadi incaran iblis. Pencuri, perampok datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yohanes 10 : 10a ). Mungkin harta kita dicuri, fisik kita disiksa, mungkin kedamaian kita dicuri oleh iblis. Umat Tuhan yang meninggalkan Tuhan akan mendapat pelajaran dan penghajaran dari Tuhan, membiarkan kita terpukul oleh musuh (Ulangan 28 : 25a).

Hanya YESUS yang sanggup menolong

Imam dan orang Lewi yang kebetulan lewat jalan itu tidak dapat menolong. Imam itu mungkin menyangka orang itu sudah mati, dan ia tidak boleh mneyentuh mayat (Imamat 21 :11). Mungkin ia harus segera mempersiapkan ibadah, sehingga tidak sempat untuk menolong.
Namun secara khusus orang Samaria yang sedang dalam perjalanan ke tempat itu membalut luka-lukanya dengan minyak dan anggur, menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri, dan membawa orang itu ke rumah penginapan. Keesokan harinya ia memberi 2 dinar kepada pemilik penginapan itu untuk biaya perawatannya sampai sembuh.
Sebenarnya Yesus sedang menyebut dirinya sebagai orang Samaria, karena orang Parisi dan Yahudi sering menganggap rendah orang Samaria. Yesus pernah disebut mereka orang Samaria yang kerasukan setan (Yohanes 8 : 48)

Minyak sering disertakan untuk menyembuhkan (Markus 16:13), namun bukan minyak yang menyembukan tetapi kuasa Tuhan. Anggur menyegarkan dan meriangkan hidup. Orang ini juga dinaikkan ke atas keledai, berbicara dari 4 Injil yang memperkenalkan Yesus sebagai Tabib yang ajaib. Yesus juga membawanya ke rumah penginapan dan memberi 2 dinar untuk biaya perawatannya. Satu dinar adalah upah pekerja satu hari. Selama zaman anugerah yaitu 2000 tahun gereja mendapat lawatan Tuhan untuk disembuhkan, dipulihkan, dibebat dari semua luka fisik, luka batin.