Youth Christmas 2015: Generation of Change

Generation of Change

Perayaan Natal Pemuda Remaja GPdI Maranatha dirayakan pada hari Sabtu, 19 Desember 2015. Walaupun hujan turun deras, namun anak-anak muda bersama orangtua dan undangan dari GPdI Bahalgajah dan GPdI Wilayah Siantar Kota dengan penuh semangat hadir dan memberikan puji-pujian kepada Tuhan. Lagu-lagu pujian penyembahan: Sbab Kau Besar, Bersyukurlah, Tuhan Yesus Baik, Satu-satunya dan Sentuh Hatiku mengalun merdu dan membawa seluruh jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan.

GENERATION of CHANGE
Tuhan mendesain manusia seperti kitab yang terbuka, surat terbuka yang dibaca semua orang (2 Korintus 3:2-3). Gereja kita didesain oleh arsitek dengan balkon yang berbentuk surat terbuka. Tujuannya agar setiap orang yang melintasi gedung gereja kita boleh melihat kehidupan seluruh jemaat GPdI Maranatha adalah surat terbuka yang enak untuk dibaca.
Namun, Iblis tidak suka buku kehidupan kita menjadi buku yang indah. Iblis sangat suka merusak. Di akhir zaman ini Iblis merusak generasi muda dengan 18 karakter yang sangat buruk (2 Timotius 3:1-3). Zaman ini candu internet, game online, judi online merasuk anak muda. Bukan hanya laki-laki, namun remaja perempuan juga sudah menjadi bos situs judi online.
Saat ini kehidupan anak muda sudah banyak yang rusak. Dapatkah kehidupan yang rusak diubah menjadi indah? Jawabannya jelas: YA, bisa. Kita mengenal seorang Saulus adalah seorang muda yang sangat rusak buku kehidupannya sebelum Saulus bertemu dengan Yesus. Saulus adalah anak muda yang tidak suka melihat buku kehidupan orang lain diisi dengan Firman Tuhan (Kisah Para Rasul 7:58).

Bagaimana kehidupan Saulus bisa diubahkan?
Yang pertama adalah MENDENGAR. Saulus diubahkan secara luar biasa yang ditulis dalam Kisah Para Rasul 9:1-3 ketika ia mendengar suara Yesus. Kunci keberhasilan perubahan adalah kemauan untuk mendengarkan apa yang tidak ingin kita dengarkan. Sering sekali Firman Tuhan ingin memperbaharui hidup kita, namun sayangnya kita tidak mau belajar untuk mendengar.
Yang kedua adalah MELAKUKAN. Tidak cukup hanya mendengar tetapi melakukan. Setelah mendengar suara Tuhan, Saulus melakukan seperti apa yang difirmankan Tuhan kepadanya. Keberhasilan perubahan adalah mengerahkan seluruh energi untuk melakukan hal yang lebih baik , bukan mengingat masa lalu. Saulus tidak lagi melihat buku masa lalu yang rusak, tetapi dia mulai melangkah dan menuliskan kisah yang indah untuk dibaca semua orang.

Tangan Tuhan sanggup mengubahkan kehidupan kita yang rusak, hancur atau belum mencapai keinginan kita menjadi kehidupan yang indah sesuai dengan rancangan-Nya yang sempurna. Malam ini, seluruh anak muda adalah Generation of Change yang siap menjadi generasi yang menikmati masa depan yang penuh pengharapan.